Pengetian, Jenis-jenis dan Fungsi Landasan Pendidikan

Tulungagung, Indonesia

LANDASAN PENDIDIKAN

A.           Pengertian Landasan
Secara leksikal, landasan berarti tumpuan, dasar  atau alas, karena itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan yang besifat material dan konseptual. Landasan bersifat konseptual identik dengan asumsi, asumsi disini dibedakan menjadi tiga macam, yakni aksioma, postulat dan premis tersembunyi. Sedangkan pendidikan antara lain dapat dipahami dari dua sudut pandang, yakni dari sudut pandang praktek  dan sudut pandang studi.

1.  Sudut praktek atau praktek pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pedidikan. Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro maupun mikro), dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan, pengajaran dan atau latihan).
2.  Sudut studi atau studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam rangka memahami pendidikan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

B.           Jenis-jenis Landasan Pendidikan
Berdasarkan sumber perolehannya kita dapat mengidentifikasi jenis landasan pendidikan menjadi:

1.  Landasan religius pendidikan yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Sumber landasan religius pendidikan dalam Islam adalah
Al Qur’an dan Hadits yang didalamnya mengandung banyak penjelasan  tentang  pendidikan, salah satunya adalah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, Surah Al Alaq ayat 1-5 yang berbunyi :

اِقْرَأْ بِسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ (١) خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ (٣) الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤) عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥

Artinya :
(1)  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
(2)  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,
(3)  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia,
(4)  Yang mengajar (manusia) dengan pena,
(5)  Dia mengajakan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Selain itu, banyak hadits yang menjelaskan pentingnya seseorang untuk mendapatkan pendidikan, karena dengan pendidikan seseorang akan berilmu dan orang yang berilmu akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia maupun diakhirat, sebagaimana dalam sebuah hadits berikut ini :

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاالْعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ الْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِاالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاالْعِلْمِ (روه ترمذي)

Artinya : “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan akhirat maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi)

2.  Landasan filosofis pendidikan yaitu  asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Bangsa  Indonesia mempunyai filsafat negara yang digunakan sebagai sumber landasan filosofis pendidikan yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia yang dapat menjadi sumber segala bidang di Indonesia. Sedangkan, UUD 1945 menjadi dasar kedua setelah Pancasila untuk menetapkan hukum di Indonesia yang dituangkan dalam peraturan-peraturan didalam Undang-Undang.
                                  
3.  Landasan ilmiah pendidikan dikenal pula sebagai landasan empiris pendidikan atau landasan faktual pendidikan yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari berbagai cabang atau disiplin ilmu yang menjadi titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.  Tergolong ke dalam landasan ilmiah pendidikan antara lain:
a.    Landasan psikologis pendidikan adalah dasar-dasar pemahaman dan pengkajian sesuatu dari sudut karakteristik dan perilaku manusia, khususnya manusia sebagai individu yang menjadi pelaku dalam dunia pendidikan.
b.    Landasan sosiologis pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat, ilmu tentang struktur sosial, proses sosial dan perubahannya yang menjadi dasar dalam pendidikan.
c.    Landasan antropologis pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaannya pada masa lampau yang menjadi titik tolak dalam pendidikan
d.    Landasan historis pendidikan adalah cita-cita dan praktek-praktek pendidikan masa lampau. Dilihat dari kondisi social budaya , pendidikan masa lampau  Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga  tonggak sejarah, yaitu  
1)    Pendidikan Tradisional , yaitu penyelenggaraan pendidikan di nusantara yang dipengaruhi oleh agama-agama besar di dunia  Hindu, Budha, Islam dan Nasrani  (katolik dan protestan.
2)    Pendidikan Kolonial Barat, yaitu penyelenggaraan pendidikan di nusantara yang dipengaruhi oleh pemerintahan kolonial barat, teutama kolonial Belanda.
3)    Pendidikan Kolonial Jepang yaitu penyelenggaraan pendidikan di nusantara yang dipengaruhi oleh pemerintahan kolnial Jepang dalam zaman perang dunia II.

4.  Landasan yuridis atau hukum pendidikan yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Landasan yuridis pendidikan adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 UUD  1945. Pasal UUD 1945 yang mengatur tentang pendidikan Indonesia adalah pasal 31 dan 32. Peraturan yang lebih lanjut diatur dalam Undang-Undang. Adapun undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) adalah UU Nomer 20 Tahun 2003.

C.           Fungsi Landasan Pendidikan
Misi utama landasan pendidikan dalam pendidikan tenaga kependidikan tertuju kepada pengembangan wawasan kependidikan,  yaitu berkenaan dengan  berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya.  Berbagai asumsi pendidikan yang telah dipilih dan diadopsi oleh seseorang tenaga kependidikan akan berfungsi   memberikan dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. Dengan kata lain, fungsi  landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.




Sumber :
·         Drs. Babang Robandi, M.Pd., 2005, Hand Out Mata Kuliah Landasan Pendidikan, Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
·         Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata, 2011, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luruh pasti Utuh

Twenty Seven for 2025

Gagal SBMPTN Part 2