Karena Itu, Kita Perlu
Tepat 9
windu lebih 1 tahun yang lalu, bangsa Indonesia telah berjuang mati-matian
melahirkan negara Indonesia. Para pemuda menjadi gerakan terdepan dalam
menggerakan Soekarno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Tak melihat
kondisi apapun saat itu, kecuali kesempatan saat Jepang kalah dari Sekutu. Para
pemuda dengan semangat yang membara menekan Soekarno untuk segera memerdekaan
bangsa Indonesia walaupun saat itu Soekarno sedang sakit. Berbekal bendera
merah putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dan teks proklamasi yang diketik
oleh Sayuti Melik telah dipersiapkan untuk dibacakan dan dikibarkan pada
Jum'at, 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomer 56, Jakarta Pusat.
Tepat pada hari yang agung, 73 tahun silam telah menjadi saksi perjuangan
rakyat Indonesia. Kemerdekaan tersebut merupakan kemerdekaan secara de jure
bukan de facto.
Secara de
facto negara Indonesia saat itu belum seratus persen merdeka, masih banyak
kemiskinan, kelaparan dan belum sejahtera. Beriring dengan waktu yang terus
berjalan bangsa Indonesia meneruskan perjuangannya dengan membentuk susunan
negara untuk memperbaiki kondisi Indonesia saat itu. Sampai sekarangpun
kemerdekaan secara de facto juga masih dipertanyakan karena masih banyaknya
fakta-fakta yang mencengangkan bagi kita, rakyat Indonesia. Jika kita membuka
lebar mata dan telinga, masih tingginya taraf kesenjangan diantara masyarakat
kita, masih banyak kemiskinan, masih banyak anak-anak penerus bangsa yang belum
mendapatkan pendidikan sebagai bekal dia untuk meneruskan cita-cita bangsa ini
dan yang paling utama adalah masih kurangnya kesadaran nasionalisme pada diri
kita. Cita-cita bangsa ini masih panjang tidak sampai disini saja, masih ada
masa depan yang suci belum terjamah oleh skenario yang dibuat-buat dalam bangsa
ini.
Sejauh ini,
kita semua pasti masih memperjuangkan kemerdekaan secara de facto. Kuyakin jika
tidak ada penyakit Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di bangsa ini, Indonesia akan
menjadi negara yang maju. Tahun 2020, dikatakan akan ada masa dimana usia
produktif jauh lebih banyak di Indonesia. Hal tersebut bisa jadi akan menjadi
suatu tantangan yang dapat menciptakan pembaharuan di Indonesia atau malah
menjadi ancaman bagi Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan. Generasi
yang paling banyak nantinya pada tahun adalah generasi Y atau generasi
millenial. Pada faktanya generasi millenial merupakan generasi yang tumbuh
seiringan dengan perkembangan teknologi. Boleh dikatakan mereka banyak mendapat
ilmu dari dampak pertumbuhan teknologi saat ini. Tidak heran mereka mempunyai
banyak ide-ide kreatif yang setara dengan mancanegara.
Namun salah
satu permasalahan generasi millenial adalah dalam menyampaikan ide-idenya.
Banyak diantara mereka mempunyai ide-ide besar namun gagal penyampaiannya. Hal
tersebut mengakibatkan salah persepsi, maka dari itu butuhnya pondasi berbicara
yang baik untuk mengubah persepsi yang sesuai dengan maksud kita. Banyak
aspek-aspek penting dalam berbicara untuk menyampaikan pemikiran kita kepada
orang lain, baik itu individu, maupun umum. Ketika kita menyampaikan sebuah ide
atau apapun kepada orang lain kita diharuskan untuk menatap lalu tersenyum
kepada mereka dan mulailah pembicaraan. Penyampaian pembicaraan tersebut juga
harus dibarengi dengan visual, auditori dan kinestetik supaya pembicaraan
tersebut menarik. Selain itu, terdapat sebuah data yang saya peroleh dari
seminar Publik Speaking beberapa hari lalu yang menyebutkan bahwa pembicaraan
dapat tersampaikan dan mampu ditangkap oleh audiens dengan tiga hal penting
ini, yakni verbal atau kata-kata sebesar 7%, voice atau intonasi sebesar 38%
dan visual atau fokus sebesar 55%.
Pernah
mendengar bahwa Soekarno ditakuti oleh lawannya karena beliau mampu
menyampaikan gagasan-gagasannya dengan lantang didepan publik. Kemampuan
tersebut ditakuti lawannya karena dengan gagasan-gagasan Soekarno akan mampu
mengubah pemikiran orang yang mendengarkannya. Melalui pidatonya Soekarno mampu
mengobarkan semangat nasionalisme kepada rakyatnya.
Remember ini
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." - Soekarno
Semoga bisa membawa kebaikan dari secuil rangkaian payah tulisan ini. Kritik dan saran sungguh diharapkan.
Remember ini
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." - Soekarno
Semoga bisa membawa kebaikan dari secuil rangkaian payah tulisan ini. Kritik dan saran sungguh diharapkan.
Matursuwun.
Kediri
Agustus 18, 2018
Agustus 18, 2018

Komentar
Posting Komentar