Kilas Balik Sebuah Pengorbanan


Siapa tega seorang ayah yang mampu menyembelih anak yang telah lama dinanti karena sebuah perintah yang tak mampu ditentang dari penguasa dirinya. Nabi Ibrahim rela mengorbankan anak tecintanya Nabi Ismail untuk mentaati perintah dari Maha Kuasa, Allah SWT. Namun, Allah SWT sebenarnya mengetahui segala isi hati hamba-Nya, tak terkecuali isi hati Nabi Ibrahim. Beliau sangat menyayangi anak yang telah lama beliau nantikan. Seorang ayah mana yang tidak bimbang jika dihadapkan oleh dua keputusan berat antara mengorbankan anak tersayang atau tidak menuruti perintah dari Sang Pemilik alam semesta ini. Sang Maha Tahu tentu tidak akan membiarkan seorang yang telah berkorban begitu besar tanpa ada balasan yang lebih besar juga.


Sampailah pada hari pengorbanan dimana Nabi Ismail berserah diri saat ayahnya mulai menyembelihnya tanpa diketahui oleh Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim, seorang anak yang akan disembelihnya tersebut diubah oleh Allah SWT dengan seekor domba. Setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih anaknya tersebut dengan mata yang masih terpejam, saat membuka mata beliau terkejut bahwa domba yang telah beliau sembelih. Dari sini kita mengetahui bahwa sesuatu yang telah dikorbankan tersebut akan mendapat balasan atau imbalan yang begitu sangat besar. Selain itu, kerendahan hati, kesabaran, dan berserah diri kepada Sang Pencipta lah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mentaati segala perintah dari Allah SWT.


Hari tersebut selalu dikenang oleh umat Islam dengan hari raya besar atau Idul Adha. Disisi lain, pada hari raya tersebut umat Islam yang lebih mampu melakukan pengorbanan dengan berangkat haji ke Mekah dengan melalui banyak proses untuk sampai disana dan melakukan rangkaian ibadah haji. Kaum muslim yang berada di tanah airnya dan memiliki rezeki yang lebih dianjurkan untuk  berkorban.

“Tidak ada sebuah pengabdian kepada Allah SWT jika tidak ada sebuah pengorbanan.”

Semoga bisa membawa kebaikan dari secuil rangkaian payah tulisan ini. Kritik dan saran sungguh diharapkan.

Matursuwun.

Tulungagung
Agustus 26, 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luruh pasti Utuh

Twenty Seven for 2025

Gagal SBMPTN Part 2