Mengumpulkan Niat
Mengumpulkan
niat untuk menulis seluk beluk kehidupan atau pengalaman sehari-hari tentang
suatu kejadian yang mungkin bermanfaat bagi orang lain memanglah jauh dari kata
mudah. Banyak halangan dan godaan untuk sampai pada titik kuatnya niat itu.
Begitulah yang kurasakan, sebenarnya niat untuk menulis segala uneg-unegku
tentang apapun itu sudah ada sejak aku pertama kali buat blog, namun lemahnya
niat selalu menjeda niat baik yang sudah dicita-citakan. Buruk memang, tak ada
untungnya, tambah lagi menyia-nyiakan nikmat yang mungkin sulit didapatkan saat
masa depan nanti yakni kesehatan dan waktu luang. Dua nikmat tersebut sering
sekali aku tidak sadari bahkan tidak aku syukuri.
Sampai
batinku mulai tersindir secara alus lewat cerita teman-teman disetiap akun
sosial mediaku. Ada yang membuat cerita tentang dia yang kehilangan semangat
untuk menulis, ada yang dari sebuah akun menganalisis psikologi seseorang yang
hasilnya pilihanku mempunyai arti yang sedikit menyinggung pikirku tentang
pernyataan bahwa "merasa perlu menyebarkan pengetahuan dan kepedulian
kepada orang lain", sampai pada sebuah cerita yang diposting oleh
kakak tingkatku yang suka banget nulis, dia menuliskan bahwa “ternyata,
menulis ulang merupakan cara lain untuk muroja'ah pengetahuan”, sindiran
terdalam yang sampai batinku adalah pernyataan itu.
Merasa malu
memang, sekolah dari TK sampai saat ini, tak ada karya yang mampu memberi
manfaat untuk orang lain. Merasa bodoh memang, menyia-nyiakan ilmu begitu saja
lewat tanpa terpahat menjadi seni. Merasa lemah memang, selalu menuruti nafsu
yang terus membara disetiap aliran darah.
Menulis
memang butuh ilmu yang mumpuni untuk bisa memberi manfaat atau motivasi kepada
orang lain. Namun, aku hanya seorang fakir ilmu, bobrok akhlakku, kasar ucapanku,
lemah akalku, dan dangkal imanku. Tulisan ini hanya sebuah untaian kegelisahan
pikiran dan batinku tak lebih dari itu.
Sama-sama
mengingatkan memang sangat menyenangkan.
Sama-sama berjalan perlahan menuju kebaikan memang mengasikkan.
Sama-sama memberi ilmu memang menguntungkan.
Sama-sama berjalan perlahan menuju kebaikan memang mengasikkan.
Sama-sama memberi ilmu memang menguntungkan.
Remember
ini,
“Gue aja
bisa kayak gini, sukses, pasti kalian juga lebih bisa, selalu bekerja keras, tersenyum
dan jangan lupa berdo'a.” - Atta Halilintar
Semoga bisa
membawa kebaikan dari secuil rangkaian payah tulisan ini. Kritik dan saran sungguh
diharapkan.
Matursuwun.
Kediri
Agustus 11, 2018
Agustus 11, 2018
Komentar
Posting Komentar