Bimbang

Berkeluh kesah terus sampai bahan habis yang dikeluh kesahkan memang capek juga, menambah kegundahan hati sudah pasti dan menurutku hanya nol koma persen tak sampai satu persen manfaatnya, lebih banyak virus yang nantinya akan masuk dalam pikiran dan jiwa kita. Bimbang memang selalu datang saat ada pilihan yang menghadang. Terus bangkit atau tetap menjalani pilihan awal yang terus berjalan merupakan sebuah arah babak yang datang selanjutnya.


Kupikir berlarut-larut dalam kegagalan SBMPTN tanpa melakukan kegiatan yang bermanfaat akan membuat lupa kesakitan hati tersebut. Namun sebaliknya, malah membuat diri ini semakin banyak menyesali takdir yang telah ditetapkan, sulit untuk lupa bahkan setiap detik menolak lupa atas jalan dari-Nya. Dulu aku sering menyepelekan seorang yang telah mampu bangkit kembali dari kegagalannya. Memang takdir telah berubah, posisi gagal sedang menghadangku. Kuakui bahwa bangkit dari kegagalan memang sangat sulit. Apalagi saat dipandang sebelah mata dan dinyinyirin ketika kita benar-benar bersemangat untuk bangkit. Kecewa, sedih, marah, nelangsa, bahkan menangis sudah terbiasa menemani kepayahan dari diri yang mudah rapuh ini.


Habis masa kegagalan aku tak tahu harus menetapkan dan memantapkan hati untuk melakukan kegiatan apa, aku tidak tahu. Aku bimbang menetapkan arah langkah selanjutnya. Aku tak punya tujuan yang jelas setelah tujuan awal setelah lulus MAN gagal. Aku belum berani kembali merencanakan target selanjutnya jika ujungnya menyakitkan. Aku akan bangkit jika benar-benar sudah ada perintah dari hati, aku tidak mau melakukan hanya seperempat hati atau setengah hati, meskipun berjalan dengan sepertiga hati aku masih mau bangit kembali. Sudahlah aku akan menunggu sampai ada perintah entah kapan itu, entah apa yang kulakukan nanti, aku tidak mau terpaksa melakukannya. Hanya yang kuingin saat sudah tepat waktunya untuk bangkit adalah keistiqomahan menjalankan apa yang telah datang dan diperintahkan oleh kesadaran hati dan jiwaku. Aku hanya ingin itu.


Memang pelajaran baru tentang kehidupan sering datang tak sengaja dari hukum alam yang telah dirancang dan ditetapkan-Nya. Bersyukur saja, ikhlas saja, pasrah saja saat bertubi-tubi kegagalan tiba didepan mata. Kita akan tahu cara menghargai sebuah keberhasilan saat kita telah tahu rasanya sebuah kegagalan, kita akan tahu rasanya bahagia saat kita telah tahu rasanya kecewa dan kita akan tahu rasanya berjaya saat kita telah tahu rasanya menderita. Semua memang kembali kepada rasa syukur yang sangat minim dariku sebagai hamba payah-Nya. Aku diberi kegagalan saat telah menyepelekan orang lain yang berusaha bangkit dari kegagalannya.

“Sebenarnya semua yang kita perbuat akan kembali pada diri kita sendiri.”

Semoga bisa membawa kebaikan dari secuil rangkaian payah tulisan ini. Kritik dan saran sungguh diharapkan.

Matursuwun.

Tulungagung
Februari 26, 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luruh pasti Utuh

Twenty Seven for 2025

Gagal SBMPTN Part 2